Sholat Jum’at Dimulai Sebelum Waktu Zuhur, Apa Hukumnya?

Sholat Jum'at Dimulai Sebelum Waktu Zuhur, Apa Hukumnya?
Sholat Jum’at Dimulai Sebelum Waktu Zuhur, Apa Hukumnya?

Solidaritasmuslim.com – Salat Jumat dinilai tidak sah jika dilaksanakan sebelum masuk waktunya. Namun di beberapa tempat, waktu pelaksanaan salat jumat terlihat berbeda antara satu masjid dengan masjid lainnya. Sebagian ada yang berpendapat jumat dimulai saat waktu salat Zuhur masuk. Namun di tempat yang lain—dengan pertimbangan tertentu—ada juga yang mengawali salat jumat sebelum masuk waktu salat Zuhur.

Lalu bagaimana para ulama memandang persoalan ini? Ketentuan awal waktu salat Jumat di kalangan para fuqaha memang terjadi perbedaan pendapat. Setidaknya ada dua pendapat utama yang diungkapkan oleh mereka:

Pertama: Jumhur ulama dari kalangan mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i berpendapat, awal waktu salat Jumat ialah tergelincirinya matahari sebagaimana halnya awal waktu salat Zuhur. Karenanya, jika kaum muslimin mengerjakannya sebelum matahari tergelincir, salatnya tidak sah. Adapun dalil-dalil yang mereka kemukakan:

  1. Hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan yang lainnya, dari Anas bin Malik yang mengatakan, “Rasulullah SAW melaksanakan salat Jumat ketika matahari condong.
  2. Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, dari Salamah bin Akwa’ yang mengatakan, “Kami melaksanakan salat Jumat bersama Nabi Muhammad sallallahu ’alaihi wasallam jika matahari telah tergelincir. Setelah itu kami kembali mencari harta rampasan perang.”

Kedua: Ulama mazhab Hanbali berpendapat, waktu salat Jumat dimulai sebelum matahari tergelincir. Dalil-dalil yang menjadi pegangannya:

  1. Hadits riwayat Asy-Syaikhani, dari Salamah bin Akwa’ yang mengatakan, “Kami melaksanakan salat bersama Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam pada hari Jumat, setelah itu kami keluar, sementara dinding-dinding tidak memiliki bayang-bayang yang dapat dijadikan sebagai tempat bernaung.” Ini terjemahan dari lafal Imam Al-Bukhari.
  2. Hadits riwayat Imam Muslim dan Ahmad, dari Jabir bin Abdullah bahwa suatu ketika Nabi Muhammad sallallahu ’alaihi wasallam melaksanakan salat Jumat, kemudian kami pergi ke unta-unta kami untuk merehatkannya—Abdullah menambahkan haditsnya—ketika matahari tergelincir. (HR. Muslim dan Ahmad)
  3. Hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Ahmad, dari Anas bin Malik yang mengatakan, “Kami melaksanakan salat Jumat di awal waktu, lalu kami melakukan tidur siang.” ( Bukhari)
Namun demikian, jumhur ulama menjawab dalil-dalil yang dikemukakan mazhab Hambali ini dengan beberapa jawaban. Mereka mengatakan:

Mengenai hadits Salamah bin Akwa’ , di sini tidak dikatakan kalau ia menafikan semua bayang-bayang. Akan tetapi, yang dikatakan di sini hanyalah menafikan bayang-bayang yang bisa dijadikan untuk bernaung. Dengan makna lain, maksud perkataan Salamah ialah, “Sementara dinding-dinding tidak memiliki bayang-bayang yang dapat dijadikan sebagai tempat bernaung.”

Penafian di sini ditujukan kepada suatu ikatan, yaitu “Dijadikan sebagai tempat bernaung,” dan bukan ditujukan kepada asal bayang-bayang itu sendiri. Maksudnya, saat itu bayang-bayang memang ada, namun pendek, sehingga tidak bisa dijadikan untuk bernaung. Dengan demikian, hal ini tidak tepat kalau dijadikan sebagai dalil yang menunjukkan pelaksanaan salat Jumat sebelum matahari tergelincir. Akan tetapi,  di sini justru terdapat dalil yang menunjukkan menyegeraan pelaksanaannya langsung setelah ia tergelincir. (Subulus-Salâmi: II/98)

Jawaban ini dijawab lagi, bahwa Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca surat Qâf di atas mimbar pada hari Jumat. Dan di lain kali beliau juga membaca surat Tabâraka (Al-Mulk). Selanjutnya, beliau melaksanakan salat dengan membaca surat Al-Jumu’ah dan surat Al-Munâfiqûn. Kalau salat dan khutbah beliau diselenggarakan setelah matahari tergelincir, niscaya akan ditemukan bayang-bayang yang bisa dijadikan untuk bernaung setelah beliau beranjak kembali. (Nailul-Authâr: III/260)

Adapun mengenai hadits Anas bin Malik, di sini tidak dikatakan memajukan salat daripada tidur siang yang dilakukan pada waktu setelah matahari tergelincir. Akan tetapi, hadits ini justru menyatakan, para shahabat biasanya melakukan tidur siang pada hari-hari yang lain setelah matahari tergelincir. Sementara kalau hari Jumat, mereka tidak mungkin melakukan hal tersebut. Karena, mereka disibukkan untuk bersiap-siap melaksanakan salat Jumat, mulai dari mandi, bersuci, dan  sebagainya. Sehingga, mereka menunda tidur siang setelah melaksanakan salat. (Fathul-Bâri: II/428)

Inilah rangkaian jawaban dari jumhur ulama. Namun, hadits Jabir bin Abdullah tetap menjadi dalil yang tidak terbantahkan tentang pelaksanaan salat Jumat sebelum matahari tergelincir. Tetapi perkataannya, “Ketika matahari tergelincir,” si perawi tidak menyatakan dengan tegas, bahwa ini perkataan Jabir  dalam riwayat ini. Selain itu, bisa jadi pula, ia merupakan perkataan Ja’far bin Muhammad Ash-Shadiq, sebagaimana yang dinyatakan dalam riwayat yang lain menurut Imam Muslim dan Ahmad.

Hasan berkata, “Saya berkata kepada Ja’far, ‘Kapankah itu?’ Ia menjawab, ‘Tergelincirnya matahari’.”

Kalau diterima ini adalah perkataan Jabir R.A, boleh jadi yang ia maksudkan ialah, salat Jumat dilaksanakan ketika matahari tergelincir dan bukan ketika merehatkan unta. Sehingga ia berkata, “Kami melaksanakan salat bersama Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam kemudian kami kembali dan merehatkan tunggangan kami.” Hasan berkata, “Maka, saya pun bertanya kepada Ja’far, ‘Kapankah hal itu terjadi?’ Ia menjawab, ‘Tergelincirnya matahari’.”

Karena itu, Ibnu Hazam menjadikan hadits yang sama sebagai dalil yang menunjukkan, waktu salat Jumat ialah ketika matahari sudah tergelincir. (Al-Muhallâ: V/42–45)

Jadi, pendapat yang kuat dalam hal ini adalah pendapat jumhur ulama. yaitu awal pelaksanaan salat Jumat dimulai ketika matahari sudah tergelincir atau sama seperti saat masuknya salat Zuhur. Wallahu a’lam bis shawab!

Penulis : Fakhruddin [kiblat.net]

Perkampungan Yang Dikuasai Syetan

[caption id="attachment_7606" align="aligncenter" width="1201"] ilustrasi[/caption] Solidaritasmuslim.com - Shalat jamaah adalah...

Tangisan Ummul Mukminin Aisyah Saat Membaca Al-Quran

[caption id="attachment_6691" align="aligncenter" width="559"] Tangisan Ummul Mukminin Aisyah Saat Membaca...

Leave your comment