Friday , November 17 2017
Home / Artikel Islami / Orang Tua, Pintu Surga Yang Berjalan

Orang Tua, Pintu Surga Yang Berjalan

Orang Tua Pintu Surga Yang Berjalan
Orang Tua Pintu Surga Yang Berjalan

Siti Aisyah pulungan, gadis kecil berusia 8 tahun sudah lebih dari satu tahun tidur dibecak bersama ayahnya. Muhammad Nawawi pulungan (56) yang sakit parah. Sejak 1 tahun yang lalu ia ditinggal ibunya dan harus mengurus ayahnya sendirian. Jika malam tiba, keduanya meringkuk di atas becak yang diparkirnya diteras rumah warga. Aisyah tidak bisa bersekolah lantaran harus menjaga ayahnya. Dulu dia sempat duduk di kelas satu SD, namun akhirnya keluar.

Becak yang mereka miliki merupakan rumah rumah bagi Aisyah dan ayahnya. Mereka tidak mampu menyewa kontrakan karena ayahnya tidak bisa bekerja lagi. Dibecak itu ada bantal dan, ember, selimut, pakaian, dan kebutuhan harian lainya. Mereka tinggal dan beraktivitas di atas becak itu. Malam hari mereka memakirkan becaknya di depan teras rumah warga dan bila pagi tiba , mereka pindah ketempat lain. Aisyah lah yang mendayung becak itu.

Ayah Aisyah menderita komplikasi paru yang membuatnya tidak bisa menggerakan sebagian besar tubuh. Aisyah menjadi tumpuan. Setiap hari Aisyah yang memberi makan, minum, dan memberi obat dan mengurus kebersiahan tubuh ayah nya.

Pada pagi hari, Aisyah membersihkan tubuh di kamar mandi masjid. Usai mandi, dia kemudian membawa kain yang sudah ia basahi untuk mengelap tubuh ayahnya. Begitu cara ayahnya mandi.

Kisah Aisyah gadis cilik dai medan tersebut menyentak kesadaran kita tentang arti berbakti kepada orang tua. Sementara anak sepantarannya asyik menikmati fasilitas dari orang tuanya tanpa merasa harus membalas dengan bakti. Biaya sekolah yang didapat dari hasil tetesan keringat orang tua tak diimbangi dengan prestasi. Perintah dan panggilan orang tua tak jarang dibalas dengan kata enggan atau nanti.

Semestinya kita bersyukur karena Allah menganugerahkan orang tua kepada kita. Orang yang memberikan kasih sayangnya tanpa diminta. Orang yang dapat dimintai perlindungan saat kesedihan menerpa. Sementara, ada di antara kita yang tidak menerima nikmat tersebut sejak dilahirkan ke dunia.

Bila kamu membaca al-Qur’an, kamu akan menemukan bahwa Allah menyuruh kita bersyukur kepada orang tua setelah bersyukur kepada Allah. Allah berfirman, “…bersyukur kepadaku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepadakulah tempat kembalimu.” (QS.Luqman: 14).

Semestinya kita berterima kasih kepada kedua orang tua atas apa yang telah mereka berikan kepada kita. Waktu kita kecil, mereka rela mengganti popok kita bahkan mereka rela tidak tidur ketika kita sakit. Setelah kita remaja, mereka memberikan fasilitas pakaian, mainan, pendidikan, dan yang lain nya. Sampai setelah dewasa mereka masih tetap menyayangi kita. Memberikan apa yang kita minta selama ia mampu.

Namun, seringkali itu semua kita balas dengan perbuatan yang tercela. Banyak kasus yang terjadi, seorang anak mengancam orang tuanya atau tidak mau bersekolah lantaran tidak dibelikan motor. Padahal sekedar untuk makan saja orang tuanya sesekali harus berhutang. Padahal bila diperintah, ia selalu membantah. Naudzubillah.

Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban. tidak dibenarkan jika kita beribadah kepada Allah namun tidak mentaati Nabi. Tidak dibenarkan juga jika kita beribadah kepada Allah, namun mendurhakai kedua orang tua. Orang yang mentaati orang tua, bukan dalam kesyirikan dan maksiat, berarti mentaati Allah.

Mungkin kamu pernah bertanya apa sih pengaruhnya kalo kita berbakti kepada  orang tua?

Berbakti kepada orang tua bisa memasukan kita ke surga dan menjaga kita dari berbagai malapetaka. Ibunda kita, Aisyah pernah bercerita bahwa Rasulullah bersabda, “Aku tertidur dan bermimpi bahwa diriku telah berada di surga. Aku mendengar orang yang sedang membaca, maka aku bertanya, ‘siapakah orang ini’?’ para malaikat menjawab, ‘ ini adalah Haritsah bin Nu’man.’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Begitulah kebaikan. Seperti itulah kebaikan. Ia adalah orang yang paling berbakti kepada ibunya’.” (HR. Ahmad: 24656)

Selain bisa menjaga dari malapetaka, berbakti kepada kedua orang tua juga bisa membuat doa kita terkabul lho. Umar bin Khatab pernah meminta didoakan oleh Uwais al-Qarni, seorang yang berbakti kepada orang tuanya. Tentunya bukan tanpa sebab. Ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama tentara yaman dari murrad, kemudian dari qarn. Dahulu ia memiliki penyakit kusta kemudian sembuh dari penyakitnya itu kecuali dengan selembar uang satu dirham. Ia memiliki seorang ibu dan sangat berbakti kepadanya.  Jika ia bersumpah atas nama Allah, Allah akan menerimanya. Jika bisa untuk memohonkan ampunan untukmu maka lakukanlah.” (HR. Muslim).

(majalah ar risalah rubrik fityan: 05)

About solimus

Check Also

Surat-surat Yang Biasa Dibaca Rasul Ketika Sholat

Solidaritasmuslim.com – Pernahkah terpikir kenapa ketika setiap kali rekaat pertama shalat shubuh imam shalat selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *