Home / Artikel Islami / Nabi Muhammad dan Kaum Difabel

Nabi Muhammad dan Kaum Difabel

Nabi Muhammad dan Kaum Difabel
Nabi Muhammad dan Kaum Difabel

Solidaritasmuslim.com – Difabelitas (Kekurangan) pada tubuh saudara-saudara kita bukanlah untuk direndahkan, berapa banyak kaum difabel jauh memiliki keunggulan dan prestasi yang cemerlang. Tubuh yang tidak sempurna tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk menjatuhkan martabat dan kemuliaannya. Bukankah Nabiyulloh Muhammad Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Allah tidak melihat tubuh dan wajah-wajah kalian, tetapi Allah melihat hati dan Amal-amal kalian.

Lalu bagaimanakah Akhlak Rosulullah terhadap kaum difabel?, Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita untuk memuliakan mereka. Julaibib Radhiyallahu ‘Anhu misalnya, beliau adalah seorang sahabat yang memiliki wajah yang kurang menarik. Di kampungnya, banyak orang yang menjauhinya, lantas Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam justru bersabda “Julaibib adalah bagian dariku dan aku bagian darinya”. Julaibib bahkan dijodohkan dengan wanita yang cantik dan mulia. Pada ahirnya julaibib hidup mulia dalam islam dan wafat sebagai syuhada pilihan Allah.

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, suatu ketika beliau naik ke atas sebuah pohon, saat hembusan angin menerpa kain bawahan beliau telihatlah kaki dan betis Abdulloh bin Mas’ud, beberapa sahabat menertawakannya karena melihat kecilnya kaki dan betis beliau, melihat kejadian itu Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi wa Sallam tampak tidak suka kemudian beliau bersabda, “sesungguhnya betis Abdullah bin Mas’ud lebih berat dari Gunung Uhud”.

Ahnaf bin Qois adalah ulama kota madinah, Ahnaf artinya yang Bengkok kakinya. Kaki ahnaf memang bengkok, wajah dan tubuhnya tidak menarik, tapi menurut para ahli sejarah jika Ahnaf marah maka 100 ribu penduduk madinah ikut marah tanpa sebab.

Semoga kita semua selalu memuliakan kaum difabel, karena kemuliaaan kita di sisi Allah bukan karena tubuh dan wajah-wajah kita tapi karena ketaatan dan ketakwaan kita kepada Allah. Barokalhu fiekum.

(Pecinta kaum Difabel, Dede Nurjanata)

Sumber : Nasehatustadz.com

About solimus

Check Also

Surat-surat Yang Biasa Dibaca Rasul Ketika Sholat

Solidaritasmuslim.com – Pernahkah terpikir kenapa ketika setiap kali rekaat pertama shalat shubuh imam shalat selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *