Home / Artikel Islami / Muhammad bin Yahya, Sang Pembawa Kain Kafan

Muhammad bin Yahya, Sang Pembawa Kain Kafan

Muhammad bin Yahya, Sang Pembawa Kain Kafan
Muhammad bin Yahya, Sang Pembawa Kain Kafan

Solidaritasmuslim.com – Namanya Muhammad bin Yahya. Ia biasa dipanggil dengan pembawa kain kafannya sendiri. Ketika meninggal, ia pun dimandikan, dikafani, dishalatkan, lalu dikuburkan sebagaimana mestinya. Ketika malam tiba, seorang pencuri kain kafan menggali kuburnya hendak mencuri kain kafan yang dikenakannya.

Setelah selesai menggali, ia pun membuka kafannya. Tiba-tiba Yahya terbangun sehingga pencuri itu pun lari terbirit-birit. Muhammad bin Yahya bangkit mengambil kafannya lalu membawanya keluar dari kubur dan pulang ke rumahnya. Begitu sampai di rumah, keluarganya sedang menangisinya. Ia ketuk pintu rumah dan keluarganya bertanya, “Siapa di luar?” Ia pun menjawab, “Saya Yahya.”

“Tidak halal bagi Anda untuk menambah kesedihan kami,” jawab keluarganya. Yahya pun berkata, “Bukalah pintu, demi Allah saya adalah Yahya.” Keluarganya pun mengenali suara yang ada di balik pintu. Mereka pun sangat gembira ketika melihatnya.

Yahya menceritakan apa yang terjadi padanya dan pencuri kain kafan. Saat itu seakan-akan ia hanya diam sementara dan belum benar-benar meninggal sampai kemudian Allah menakdirkan dengan daya dan kekuatan-Nya untuk bangkit melalui perantaraan pencuri kain kafan yang membongkar kuburannya. Itulah yang menjadi sebab ia kembali hidup.

Setelah itu ia sempat hidup selama beberapa tahun, kemudian ia wafat pada tahun 299 H.8 Fenomena seperti ini telah dibahas di koran dan majalahmajalah. Menurut para dokter, berhentinya detak jantung tidak berarti mati, karena mungkin sekali melalui setruman aliran listrik, kerja jantung akan kembali berfungsi. Hal ini berbeda dengan otak yang berhenti.

Yang penting, sudah semestinya kematian seseorang dipastikan oleh orang-orang yang ahli supaya tidak terjadi penguburan manusia yang sebenarnya masih hidup.

Diambil dari  Ajaib wa Tharaif Ibrat-Tarikh karya Hasan Ramadhan

Penulis : Dhani El_Ashim / kiblat.net

About solimus

Check Also

Surat-surat Yang Biasa Dibaca Rasul Ketika Sholat

Solidaritasmuslim.com – Pernahkah terpikir kenapa ketika setiap kali rekaat pertama shalat shubuh imam shalat selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *