Menyempurnakan Keberkahan Hari Jum’at

Oleh Irham Sya’roni

Untuk lebih menyempurnakan keberkahan hari Jum’at, ada beberapa amalan mulia sebelum seorang muslim melaksanakan shalat Jum’at. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Pertama, memotong kuku dan mencukur kumis.
Sebelum melaksanakan shalat Jum’at kaum muslim disunnahkan untuk memotong kuku dan mencukur kumis. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. “Adalah Rasulullah saw memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jum’at sebelum beliau pergi shalat Jum’at.” (H.R. Al-Baihaqi dan At-Thabrani)
Hal ini kita lakukan untuk menambah kesempurnaan menyambut hari raya pekanan, Jum’at yang mulia, yaitu dengan membersihkan dan merawat diri.

Kedua, mandi, memakai wangi-wangian, dan pakaian terbaik.
Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jum’at dan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai harum-haruman jika ada, kemudian pergi jum’at dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu ia mengerjakan shalat sunnah, kemudian ketika imam datang ia diam sampai selesai shalat Jum’at maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosanya antara Jum’at itu dan Jum’at sebelumnya.” (H.R. Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Bagaimana dengan kita yang biasanya kerja kantoran, misalnya? Biasanya dari tempat kerja kita langsung menuju masjid untuk shalat Jum’at. Tidak ada waktu untuk mandi lagi. Tip ini mungkin bisa kita gunakan, yaitu ketika mandi pagi niatkan saja sebagai mandi sunnah untuk shalat Jum’at. Lalu ke tempat kerja gunakan pakaian yang baik.

Ketiga, sesegera mungkin mendatangi masjid.
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Pada hari Jum’at di setiap pintu masjid ada beberapa malaikat yang mencatat satu per satu orang yang hadir shalat Jum’at sesuai dengan kualitas kedudukannya. Apabila imam datang atau naik mimbar maka para malaikat itu menutup lembaran catatan tersebut, lalu mereka bersiap-siap mendengarkan khotbah. Perumpamaan orang yang datang lebih awal seperti orang yang berqurban seekor unta gemuk; orang yang datang berikutnya seperti orang yang berqurban sapi; dan orang datang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing; dan orang yang datang berikutnya seperti orang yang bersedekah ayam; dan orang yang datang berikutnya (kelompok akhir) seperti orang yang bersedekah sebutir telur.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Keempat, i’tikaf dan memperbanyak shalat sunnah sebelum khatib naik mimbar.
Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk shalat Jumat, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (H.R. Muslim)

Kelima, tidak duduk dengan memeluk lutut ketika khatib berkhotbah.
Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah saw melarang al-habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat shalat Jum’at ketika imam sedang berkhotbah.” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Keenam, mendengarkan khotbah.
Wajib hukumnya untuk diam mendengarkan khotbah dan memperhatikan apa-apa yang disampaikan dalam khotbah tersebut. Rasulullah saw bersabda, “Apabila kamu berkata kepada rekanmu ‘diamlah!’ pada hari Jum’at sementara imam sedang khotbah maka sungguh kamu telah berbuat sia-sia.” (H.R. Muttafaqun ‘Alaih)

Bagikan Ke :

Surat-surat Yang Biasa Dibaca Rasul Ketika Sholat

Solidaritasmuslim.com - Pernahkah terpikir kenapa ketika setiap kali rekaat pertama...

Perkampungan Yang Dikuasai Syetan

[caption id="attachment_7606" align="aligncenter" width="1201"] ilustrasi[/caption] Solidaritasmuslim.com - Shalat jamaah adalah...

Leave your comment