Home / Artikel Islami / Doa-Doa di Musim Penghujan

Doa-Doa di Musim Penghujan

Doa-Doa di Musim Penghujan
Doa-Doa di Musim Penghujan

Solidaritasmuslim.com – Saat angin kencang berhembus, Nabi Shallalahu alaihi wa sallam berdoa :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

”Allahumma innii as’aluka khairaha wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bihi.
wa ’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi”

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya… Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya, dan kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan apa yang dibawanya…” [HR Bukhari 4/76, Muslim 2/616]

Adapun bila mendengar petir, Nabi Shallalahu alaihi wa sallam

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

“Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi”

“Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya..” [Al-Muwaththa’ 2/992, Al-Albani menyatakan Shahih Mauquf]

Ketika Turun Hujan

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan,

اَللهُمَّ صَيّبًا نَافِعًا

”Allahumma shoyyiban nafi’an”

“Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat” [HR Bukhari: 1032]

Adapun Apabila Hujan Lebat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami, wazh dzhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajar

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan”

Setelah itu, hujan pun berhenti. Kami pun berjalan di bawah terik matahari. Syarik mengatakan bahwa beliau bertanya pada Anas bin Malik, “Apakah laki-laki yang kedua yang bertanya sama dengan laki-laki yang pertama tadi?” Anas menjawab, “Aku tidak tahu.” (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897)

Dan Setelah Turun Hujan

مطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih”

“Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah” [HR. Bukhari: 1/205, Muslim: 1/83]

Sumber : arrahmah.com – Hishnul Muslim (telah diterjemahkan)

 

About solimus

Check Also

Surat-surat Yang Biasa Dibaca Rasul Ketika Sholat

Solidaritasmuslim.com – Pernahkah terpikir kenapa ketika setiap kali rekaat pertama shalat shubuh imam shalat selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *