Home / Informasi Kemanusiaan / Catatan Dari Lapangan Relawan Solidaritas Muslim untuk Pacitan

Catatan Dari Lapangan Relawan Solidaritas Muslim untuk Pacitan

Pacitan –solidaritasmuslim.com– Senin malam (27/11) sekitar pukul 22.00 WIB, saat sedang menunggu terbukanya jalur jembatan Teleng Ria, tiba-tiba ada satu pengendara mobil yang nekat menyeberang jembatan dan memacu mobilnya dengan kencang. Awalnya semua menyangka dia telalu nekat, karena semua area selepas jembatan sudah dipenuhi air hingga setinggi dada orang dewasa. Namun setelah kembali ke tempat kami berkumpul, sang sopir bilang dia sedang mencari istri dan anaknya yang terpisah entah dimana karena banjir dengan kondisi sementara tidak bisa dihubungi.

Posisi pokso utama pengungsian, di GOR Pacitan, pada senin malam tidak dapat diakses karena terkepung banjir. Bahkan menurut sebagian warga, air sudah mulai naik di lantai 1 bangunan GOR. Banyak yang terjebak didalamnya, termasuk jajaran pegawai pemkab dan BPBD Pacitan, sehingga sedikit menyulitkan proses koordinasi dengan para relawan yang datang pada malam itu.

Saat berkoordinasi di POLRES Pacitan pada selasa dinihari, tim relawan diminta untuk melakukan evakuasi terhadap korban banjir yang berlokasi di daerah Arjowinangun. Survivor adalah seorang anak yang menyangga lemari dimana kedua orangtuanya yang sudah lansia ditempatkan agar tidak terjatuh. Dia sudah bertahan dalam posisi itu semenjak senin sore, padahal banjir sudah naik setinggi leher. Padahal hingga subuh menjelang, tim relawan belum bisa melakukan evakuasi.

Ketika menyisir jembatan sungai Grindulu, kami bertemu dengan sekelompok warga yang bercerita bahwa mereka baru saja menyaksikan sapi yang baru dibeli sehari sebelum banjir seharga 15 juta rupiah melompat masuk kedalam arus banjir sungai Grindulu.

Di atas jembatan itu pula kami mendapati ada dua mobil yang terjebak disana, tidak bisa bergerak karena didepannya banjir masih terlalu tinggi untuk dilewati. Posisi jembatan ini agak tinggi sehingga tidak terendam banjir. Salah satu mobil itu ternyata milik seorang pegawai Pemkab Pacitan yang sedianya akan menjemput Wakil Bupati yang ternyata juga terjebak banjir dan pada malam itu belum bisa dievakuasi.

Semenjak bakda shubuh, Selasa (28/11) dapur umum yang bertempat di kantor kelurahan Pacitan sudah mulai beraktifitas. Namun yang membuat kami prihatin, banyak sekali laporan permintaan evakuasi yang masuk ke beberapa petugas yang belum bisa dipenuhi, terutama untuk seluruh wilayah di sisi timur sungai Grindulu. Selain fakta bahwa para warga memilih untuk bertahan di rumah sendiri atau rumah tetangga yang lantai dua. Hal ini yang agak menyulitkan proses evakuasi karena lokasi warga yang terpencar-pencar.

Ketika sedang bergotong royong membersihkan sampah dan material yang menutupi jalan Basuki Rahmat, disisi tanggul sungai Grindulu, semua dikejutkan dengan robohnya 3 rumah di tepi sungai karena erosi sungai Grindulu. Tiga rumah itu hanyut terbawa arus sungai karena pondasi penyangganya sudah dimakan arus banjir. Lalu, tiba-tiba datang seorang bapak yang berjalan sempoyongan melawan arus banjir. Ketika kami tanya, bapak itu menjawab bahwa dia hendak menjemput si anak yang terpisah darinya dan istri saat banjir pertama kali melanda.

Menjelang dhuhur, kami sempat berputar keliling kota untuk memantau keadaan masyarakat. Ternyata masih banyak yang membutuhkan bantuan dan evakuasi namun belum bisa terselamatkan. Pasokan logistik berupa nasi bungkus dari dapur-dapur umum yang disalurkan oleh beberapa relawan pun belum bisa mengcover seluruh korban banjir. Masih banyak yang belum tersentuh, baik bantuan manupun evakuasi, di sebagian sisi selatan kota pacitan dan terutama warga yang masih terisolasi di bagian timur sungai Grindulu, daerah Sirnoboyo, Pucangsewu, Sukahorjo, Klasem dan sekitarnya. Untuk membantu saudara kita di Pacitan mari kita berdoa agar Allah memberikan kekuatan bagi saudara kita, tentunya bantuan materi dan tenaga saat ini sangat berarti bagi saudara kita.

Bantuan bisa disalurkan melalui posko yang ada di lokasi bencana atau melalui rekening BNI Syariah 0359696372; BSM 7151120142; a.n. SOLIDARITAS MUSLIM. Semoga, dengan membantu beban saudara kita, Allah ‘Azza wa Jalla juga memberikan kemudahan kepada kita semua setiap kali menghadapi kesulitan. [ar/sm]

#savepacitan

About solimus

Check Also

Miftah, Santri Berprestasi Yang Kesulitan Biaya Operasi

Blora –solidaritasmuslim.com– Muhammad Miftakhul Mukhlisin (13), salah satu santri Pondok Pesantren Al-Hikmah MBS Cepu ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *