Friday , November 17 2017
Home / Artikel Islami / Bunda, Kuatkan Sabar dan Syukur mu..

Bunda, Kuatkan Sabar dan Syukur mu..

Bunda, Kuatkan Sabar dan Syukur mu..
Bunda, Kuatkan Sabar dan Syukur mu..

Pernah gak terlintas di pikiranmu, Bunda. Betapa menantangnya jadi seorang ibu di Era sosial media ini?

Dalam sekali sapuan jari, Bunda temukan postingan si A, anaknya persis seusia anak Bunda. Pertumbuhannya bagus badan yang gemuk, tambun, makannya pun lancar jaya.

Lalu Bunda tengok batita di sebelah Bunda. Jangankan mengunyah, melihat Bundanya datang bawa mangkok saja, si batita kabur ke rumah tetangga. Badannya mungil, kurus, dan bikin Bundanya sakit kepala. Krik, diam-diam hati Bunda menggerutu. Bunda suapi batita Bunda setengah kesal. Mengeluh, kenapa ia tidak bisa tumbuh segembil anak teman Bunda itu.

Syukur Bunda hilang, hanya karena sebuah postingan..

Saat sedang iseng me-time lewat fesbukan, Bunda temukan pula dia, Si B. yang baru saja mengunggah foto khataman Qur’an anaknya, berikut sederet piala penghargaan lain menyembul di belakang. Usianya bahkan lebih muda di banding anak Bunda. Tapi foto semacam ini, sudah Bunda dapati berkali-kali.

Lalu Bunda tengok si anak 6 tahun di rumah Bunda. Jangankan khataman Qur’an, mengeja A-ba-ta-tsa saja masih kesulitan. Malam itu, Bunda temani lagi ia membaca iqro kecilnya. Tanpa sadar iri Bunda berkelibat, Bunda bentak si 6 tahun Bunda untuk berulang membaca hijaiyah yang tidak juga dikusainya.

Sabar Bunda hilang, hanya karena sebuah postingan..

Jelang tidur, tidak sengaja Bunda lihat timeline si C, yang dulu menikah berdekatan dengan waktu pernikahan Bunda. Hidupnya tampak begitu mapan, cerah, ceria, dan membahagiakan. Dan Bunda tahu pasti itu bukan sekedar pencitraan, tapi memang mapan sebenar-benar mapan.

Lalu Bunda lihat diri Bunda. Dengan usia pernikahan yang sama, belum juga Bunda miliki rumah dan kendaraan seperti kawan Bunda. Gaji suami masih seperti siklus menstruasi : ditunggunya sebulan, habisnya seminggu. Tetiba ada menyesak-nyesak di dada Bunda. Mempertanyakan keadaan, kenapa karir Bunda dan suami Bunda berhenti begitu-gitu saja.

Nrimo ing pandum pun hilang, hanya karena sebuah postingan..

Sayang, membandingkan diri dengan orang lain, tidak akan ada habisnya. Tidak menghasilkan apapun selain rasa iri dan panas di dada.

Jika pun perlu pembanding, komparasikan saja dengan diri Bunda di masa lalu. Karena disebut merugi-lah mereka yang hari kini-nya sama dengan hari kemarin.

Never let the things you WANT,
Make you forget the things you HAVE.

Hey Bunda sedunia, jangan lupa bahagia yaa hari ini! ^^

Dikutip dari akun FB : Nieda Kuntum Syahida (Ummu Haikal)

About solimus

Check Also

Surat-surat Yang Biasa Dibaca Rasul Ketika Sholat

Solidaritasmuslim.com – Pernahkah terpikir kenapa ketika setiap kali rekaat pertama shalat shubuh imam shalat selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *