Saturday , November 18 2017
Home / Artikel Islami / Antara Mengharap Kemurahan Allah atau Kemurahan Ummu Ja’far

Antara Mengharap Kemurahan Allah atau Kemurahan Ummu Ja’far

 

Antara Mengharap Kemurahan Allah atau Kemurahan Ummu Ja'far

Ada dua orang lelaki yang sama-sama buta, keduanya berada di jalan menuju rumah Ummu Ja’far Zubaidah al-Abbasiyah, karena mereka tahu kemurahan hati dan kedermawanannya.

Salah satu dari keduanya berdoa, “Ya Allah berilah aku rezki dari karunia-Mu.” Sedangkan yang satunya berdoa, “Ya Allah berilah aku rezki dengan kemurahan Ummu Ja’ far.”

Ketika itu, Ummu Ja’far mengetahui dan mendengarkan doa keduanya. Lalu Ummu Ja’far mengutus seseorang untuk memberikan kepada orang yang memohon kemurahan Allah dengan uang dirham saja.

Sementara terhadap orang yang memohon dengan mengharapkan kemurahan Ummu Ja’far, ia memberikan ayam panggang, dan di perutnya telah disisipkan uang sepuluh dinar.

Setelah keduanya menjauh, pemilik ayam panggang tersebut menjual ayam panggangnya kepada temannya senilai dua dirham, sedangkan ia tidak tahu bahwa di perut ayam panggang itu ada uang sebanyak sepuluh dinar. Dengan kata lain keduanya menukar pemberian dari Ummu Ja’far.

Hal itu terulang hingga sepuluh hari berturut-turut. Maka Ummu Ja’far mengatakan kepada orang yang diberinya ayam panggang.

“Belumkah kamu merasa cukup dengan kemurahan yang aku berikan kepadamu?” Ia menjawab, ”Apa yang anda maksudkan?”

Ummu Ja’far berkata, “Bukankah aku telah memberikan untukmu seratus dinar
selama sepuluh hari?”

Ia menyanggah, “Tidak, Anda hanya memberikan kepadaku sepuluh ayam panggang! Dan aku telah menjualnya kepada temanku masing-masing seharga
dua dirham!”

Mendengar jawaban ini, Ummu Ja’far bergumam, “Ini dia rupanya, tatkala seseorang meminta kemurahan manusia maka Allah menghalanginya, dan barangsiapa memohon kemurahan Allah, maka Allah akan memberinya dan membuatnya kaya.” (Syeikh Abdul Hamid Kasyk, Mamlakatul Qashash al-Waaqi’iyyah)

Begitulah, ketika seseorang menyadarkan nasibnya kepada selain Allah, ia akan terhina dan kecewa, dan barang siapa bertawakkal kepada Allah maka Allah
akan mencukupinya.

(*Dikutip dari artikel Antara Mengharap Kemurahan Allah ‘azza wa jalla atau Kemurahan Ummu Ja’far, Majalah Ar Risalah edisi Juni 2012)

About solimus

Check Also

Surat-surat Yang Biasa Dibaca Rasul Ketika Sholat

Solidaritasmuslim.com – Pernahkah terpikir kenapa ketika setiap kali rekaat pertama shalat shubuh imam shalat selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *